Kode Etik Mahasiswa

Kode Etik Mahasiswa

Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa adalah norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh Rektor IAIN Purwokerto sebagai landasan bagi tingkah laku mahasiswa IAIN Purwokerto yang memuat tentang hak, kewajiban, pelanggaran dan sanksi (Berdasarkan Peraturan Ketua STAIN Purwokerto Nomor: 255 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa, yang diberlakukan sejak Tanggal 13 Juni 2011).

Tujuannya untuk mewujudkan tercapainya suasana kampus yang kondusif untuk menjamin tegaknya tata tertib demi terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peraturan ini berfungsi sebagai pedoman tentang hak, kewajiban, pelanggaran dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa IAIN Purwokerto dan sebagai perangkat bantu demi tegaknya peraturan dan ketertiban di IAIN Purwokerto.

 

1.    Kewajiban Mahasiswa

Mahasiswa IAIN Purwokerto berkewajiban:

a.       Menjunjung tinggi ajaran Islam dan almamater.

b.       Saling menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen, dan karyawan.

c.       Mematuhi dan memahami pelaksanaan segala peraturan akademik yang berlaku, baik di ting­kat IAIN maupun Fakultas.

d.       Memelihara hubungan sosial yang baik dalam kehidupan bermasya­rakat di dalam dan/atau di luar kampus.

e.       Memelihara sarana dan prasarana serta menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan kampus.

f.        Mengikuti perkuliahan minimal 70% dari jumlah tutorial.

g.       Menciptakan suasana perkuliahan yang kondusif.

h.       Meningkatkan kemampuan akademik dan keterampilan yang mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas lembaga dan atau individu mahasiswa.

i.         Mencari informasi secara aktif tentang aktivitas akademik dan kegiatan-kegiatan kampus, baik secara lisan dan atau tulisan.       

j.        Berpakaian sopan, bersih, rapi dan menutup aurat terutama pada saat kuliah, ujian, dan ketika berurusan dengan institusi IAIN Purwokerto.

 

2.      Hak Mahasiswa

a.       Hak Akademik

Setiap Mahasiswa IAIN Purwokerto berhak:

1)      Memperoleh pendidikan, pengajaran, bimbingan, dan pengarahan dari pimpinan dan dosen terkait dengan bakat, minat, po­tensi, dan kemampuan dalam pengkajian dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai kaidah keilmuan, keislaman, etika, susila, tata tertib, dan ketentuan lain yang berlaku.

2)      Menggunakan dan mengembangkan kebebasan akademik secara bertanggungjawab guna mendalami ilmu agama Islam dan ilmu pengetahuan umum sesuai dengan peraturan yang berlaku di IAIN Purwokerto.

3)      Memperoleh pelayanan di bidang akademik, administrasi, dan kemahasiswaan dengan baik.

4)      Memanfaatkan sarana dan prasarana IAIN Purwokerto da­lam rangka kelancaran proses belajar mengajar, ke­giatan akademik, dan kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

5)      Memperoleh penghargaan dari IAIN Purwokerto atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

6)      Menyampaikan aspirasi dan pendapat berupa usul, saran, kritik baik lisan dan/atau tulisan secara etis dan bertanggungjawab.

7)      Mengambil hak cuti maksimal 2 (dua) semester dengan tidak ber­turut-turut.

8)      Memperoleh penilaian secara objektif, cepat dan tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

9)      Mengikuti kegiatan-kegiatan akademik dan kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus.

10)  Memperoleh informasi akademik dan kemahasiswaan dengan cepat dan transparan, baik secara lisan dan atau tulisan melalui media cetak dan atau elektronik.        

11)  Mengajukan sarana dan prasarana guna menunjang kegiatan akademik dan kemahasiswaan.

 

b.      Hak Penggunaan Barang Inventaris Negara di Lingkungan Kampus IAIN Purwokerto

1)      Setiap Organisasi Kemahasiswaan IAIN Purwokerto dapat mengajukan permohonan pemin­jaman inventaris milik negara c.q. IAIN Purwokerto.

2)      Kegiatan yang dilakukan dalam peng­gunaan inventaris milik negara c.q. IAIN Purwokerto mempunyai hubungan dengan program organisasi yang menunjang pengembangan nalar, kepemimpinan, minat, bakat, dan kesejahteraan mahasiswa.

3)      Organisasi Kemahasiswaan IAIN Purwokerto wajib mengajukan surat permohonan atau  proposal kegiatan yang disahkan oleh pejabat yang terkait atau pembina organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan.

4)      Permohonan penggunaan inventaris akan di­penuhi selama dimungkinkan dan belum diper­gunakan oleh organisasi lain.

5)      Segala pembiayaan dan kerugian yang timbul akibat penggunaan inventaris negara tersebut ditanggung oleh peminjam dan atau organisasi kemahasiswaan yang bersangkutan.

 

c.       Hak Penggunaan Kantor Organisasi Kemahasiswaan

1)      Setiap Organisasi Kemahasiswaan intra IAIN Purwokerto dapat menggunakan kantor atau sekretariat organisasi kemahasiswaan.

2)      Kantor dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 - 22.00 WIB.

3)      Penggunaan kantor atau sekretariat di luar ketentuan di atas (ayat 2) harus mendapat persetujuan tertulis dari Wakil Rektor III.

4)      Menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kerapian kantor.

5)      Memelihara barang-barang inventaris dan ikut ber­tanggungjawab akan keutuhannya.

6)      Kantor tidak boleh digunakan untuk tempat me­nginap, mencuci, dan menjemur pakaian.

7)      Kantor tidak boleh digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan program organisasi.

 

3.    Busana

a)    Busana mahasiswa rapi, tidak memakai sandal, sepatu yang tumitnya diin­jak, slop, bakiak atau sejenis, berkaos ob­long atau tidak berkerah, celana atau baju yang sobek, sarung, dan topi selama mengikuti kegiatan akademik di kampus.

b)   Mahasiswi dilarang berpakaian ketat, transparan, dan baju lengan pendek.

c)    Model busana mahasiswi:

1)   Celana dan blouse

(a)  Celana longgar.

(b) Blouse panjang minimal setengah paha

2)   Rok dan blouse

(a)  Rok bawah dengan model tertutup

(b) Blouse panjang menutup pinggul

3)   Kerudung dengan rambut, leher, dan dada tertutup jilbab

d)   Mahasiswi harus bersepatu tertutup atau sepatu sandal berkaos kaki

 

4.      Pelanggaran

a)      Pelanggaran Ringan

1)      Melanggar Tata Tertib Perkuliahan dan Tata Tertib Ujian  yang berlaku di IAIN Purwokerto.

2)      Melanggar kode etik busana (point d).

3)      Mengenakan kalung, anting, gelang, tato, dan berambut yang dicat  bagi maha­siswa.

4)      Merokok saat mengikuti kegiatan akademik.

5)      Mengendarai sepeda motor dengan ngebut, berboncengan lebih dari 2 (dua) orang dalam kampus.

6)      Memarkir kendaraan di luar area parkir yang telah ditentukan.

b)      Pelanggaran Sedang

1)      Membawa senjata tajam.

2)      Menginap di kantor UKM dan di kantor organisasi Kemahasiswaan lain.

3)      Menggunakan fasilitas IAIN secara tidak ber­tanggung jawab yang mengakibatkan timbulnya kerugian.

4)      Mengundang dan atau membawa pihak luar IAIN ke dalam kampus IAIN yang dapat menimbul­kan keonaran.

5)      Mengganggu ketenangan proses belajar me­ngajar dan/atau bekerja di lingkungan kampus.

6)      Memiliki, membawa, menggandakan, memin­jam, meminjamkan, menjual, dan menyewakan media pornografi.

7)      Melakukan percumbuan baik di dalam maupun di luar kampus.

8)      Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik IAIN, sese­orang, golongan, ras, suku, dan agama.

9)      Melakukan ancaman, perkelahian dan atau tawuran.

10)  Melakukan kecurangan akademik dalam bentuk mencontek dan memberi jawaban ke mahasiswa lain dalam ujian, serta memplagiasi tugas-tugas perkuliahan.

c)      Pelanggaran Berat

1)      Memiliki, membawa, mengedarkan, dan mem­pergunakan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA) atau Narkotika dan Obat Berbahaya (NARKOBA).

2)      Membuatkan dan atau meminta orang lain untuk membuatkan skripsi atau melakukan plagiasi.

3)      Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel, ija­zah dan surat-surat keterangan lainnya.

4)      Melakukan perusakan, perampasan dan pen­curian barang-barang milik IAIN Purwokerto dan atau orang lain.

5)      Melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai moral, susila dan ajaran agama Islam, yakni membunuh, merampok,  meminum minuman keras, berbuat zina atau kumpul kebo dan berjudi.

6)      Melakukan tindak pidana yang dijatuhi hukuman penjara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

7)      Melakukan kecurangan akademik dengan bertindak sebagai joki dalam ujian.

d)      Pelanggaran-pelanggaran lain.

Melanggar Tata Tertib yang berlaku di masing­-masing unit yang kualifikasinya tergantung kepada aturan yang berlaku pada masing-masing unit tersebut.

 

5.      Sanksi-sanksi

a)      Sanksi diberlakukan bagi mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan yang tidak melaksanakan ke­wajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam Kode Etik dan Tata Tertib ini.

b)      Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah me­lalui penelitian dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh pihak yang berwenang di IAIN Purwokerto.

c)      Sanksi yang akan diberlakukan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi: sanksi ringan, sanksi menengah, dan sanksi berat.

1)      Sanksi Ringan

(a)    Nasihat dan teguran, baik secara lisan maupun secara tertulis.

(b)   Sanksi material berupa ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang.

(c)    Pengusiran dari ruang kuliah atau ujian.

(d)   Tidak mendapatkan pelayanan administrasi dan atau akademik dan/atau kemahasiswaan dalam jangka waktu tertentu.

2)      Sanksi Sedang

(a)    Kehilangan hak mengikuti ujian dalam mata kuliah tertentu atau seluruh mata kuliah selama satu semester.

(b)   Penangguhan dan atau pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu atau untuk seluruh mata kuliah dalam satu semester.

(c)    Penangguhan penyerahan ijazah dan atau transkrip nilai asli dalam jangka waktu tertentu.

(d)   Penangguhan, pemotongan, dan pemberhentian dana organisasi kemahasiswaan.

(e)    Skorsing selama satu semester atau lebih dari kegiatan akademik dengan masih tetap mem­bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) dan terhitung sebagai masa studi penuh.

(f)     Pencabutan hak mengikuti kegiatan akademik tertentu dalam jangka waktu tertentu.

(g)   Membuat surat pernyataan secara tertulis untuk tidak melakukan pelanggaran serupa.

3)      Sanksi Berat

(a)    Mengganti barang yang dirusak, dirampas, dan atau dicuri dan dilakukan skorsing dua semes­ter atau lebih.

(b)   Pemberhentian dengan tidak hormat sebagai maha­siswa.

(c)    Pencabutan Gelar Akademik dengan tidak hormat,

(d)   Dilaporkan kepada pihak yang ber­wajib.

 

6.      Pihak yang Berwenang Menjatuhkan Sanksi

Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah:

a)      Ketua Prodi, Dosen, dan Karyawan berwenang menjatuhkan sanksi tingkat ringan atas pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa.

b)      Wakil Rektor III dan dekan berwenang men­jatuhkan sanksi tingkat sedang atas pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa.

c)      Rektor IAIN Purwokerto berwe­nang menjatuhkan sanksi tingkat berat atas pelanggaran kode etik dan tata tertib mahasiswa.

 

7.      Tata Cara Penjatuhan Sanksi

Penjatuhan sanksi dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:

a)      Penjatuhan sanksi ringan dila­kukan oleh Ketua Jurusan/Prodi, Dosen, dan Karyawan, didasarkan pada hasil temuan pelanggaran ringan.

b)      Penjatuhan sanksi sedang oleh Wakil Rektor III dan dekan fakultas dilakukan setelah mendengarkan keterangan dari pihak yang terkait, dan ditetapkan dengan surat keputusan.

c)      Penjatuhan sanksi tingkat berat oleh Rektor IAIN Purwokerto dilakukan atas:

1)      Usul Dewan Kehormatan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa yang tem­busannya disampaikan kepa­da mahasiswa yang bersangkutan dan orang tua atau wali maha­siswa, serta kepada organisasi kemahasiswaan yang melakukan pelanggaran.

2)      Mahasiswa dan lembaga kemahasiswaan  yang dikenakan sanksi dapat mengajukan ke­beratan secara tertulis kepada Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa atas usul penjatuhan sanksi berat dalam tenggang waktu 3 x 24 jam sejak surat usulan pemberian sanksi diterbitkan.

3)      Penjatuhan sanksi berat dite­tapkan dengan Surat Kepu­tusan Rektor, atas pertimbangan Senat IAIN Purwokerto.

 

8.      Perlindungan Saksi Pelapor, Pembelaan, dan Rehabilitasi

a)      Saksi Pelapor berhak mendapat­kan perlindungan keamanan dan keselamatan dari IAIN Purwo­kerto.

b)      Mahasiswa yang dinyatakan me­langgar Tata Tertib dapat meng­ajukan pembelaan diri jika sanksi yang dijatuhkan dipandang tidak sesuai dengan azas keadilan kepada Dewan Kehormatan.

c)      Rehabilitasi diberikan kepada mahasiswa yang tidak terbukti melakukan pelanggaran

.

9.      Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa

a)    Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa terdiri dari:

1)             Pimpinan IAIN

2)             Ketua Komisi C Senat IAIN

3)             Dekan Fakultas

4)             Ketua Senat Mahasiswa.

b)   Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa dapat mengusulkan sanksi terhadap pelanggaran berat melalui sidang Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa.

c)    Sidang Dewan Kehormatan Tata Tertib Mahasiswa dapat dilakukan atas permintaan/laporan terjadi­nya pelanggaran  berat yang diajukan oleh maha­siswa, dosen, karyawan, dan ma­syarakat.

d)   Dewan kehormatan dapat mencabut sanksi bila ada bukti baru.

Log in