aditya

aditya

ORASI AGAMA DAN BUDAYA

orasi.jpg

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan Orasi Agama dan Budaya, bertempat di Auditorium Utama IAIN Purwokerto, acara dilaksanakan pada jum’at (10/2). Dalam orasinya yang dihadiri oleh Rektor dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia dan ratusan peserta itu, menteri menyampaiakan pandangan dan gagasannya sebagai respon kondisi keberagamaan di Indonesia saat ini.

Menurutnya, Agama harus diletakan sebagai faktor yang berfungsi untuk merangkai kemajemukan. Sehingga keutuhan bangsa Indonesia dapat terjaga dengan baik, karena perlu disadari oleh masyarakat bahwa Indonesia dari dulu sudah dihuni oleh masyarakat yang religius.

Selain itu Agama datang dari Tuhan, ketika agama dimaknai oleh manusia maka nalar manusia tidak akan mampu menerima seutuhnya. Oleh karena itu mentri berharap manusia jangan berpretensi atau menganggap dirinya yang paling benar dalam memaknai Agama.

Lebih lanjut, manusia harus bisa memberikan ruang kemungkinan pada setiap hal, meskipun pada sesuatu yang telah diyakini sebagai sebuah kebenaran. Hal itu menurut mentri disebabkan karena, kontek sosial dan geografi yang berbeda akan berpengaruh pada produk tafsir sebuah kebenaran.

Kemampuan menginterpretasi juga menjadi faktor yang penting, menurut mentri prasyarat-prasyarat tertentu harus dimilki agar produk tafsir dapat dijadikan acuan sebuah kebenaran.

Dalam kesempatan itu, mentri juga berpesan agar dalam menjalani kehidupan, jangan hanya berorientasi pada masa lalu. Masa lalu harus dijadikan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan. “Yang paling penting, kewajiban manusia hari ini adalah menyiapkan tradisi tradisi yang lebih baik”, pungkasnya.

 

Read more...

MENAG : PERPUSTAKAAN HARUS DIORIENTASIKAN UNTUK MENGEMBANGKAN PERADABAN DI MASA MENDATANG

Perpustakaan merupakan landmark bagi perguruan tinggi dan memiliki peran besar dan luar biasa, tanpa perustakaan, sebuah perguruan tinggi akan sulit mampu mengembangkan gerakan tri dharma perguruan tinggi, mengemban misi sucinya dalam upaya menjaga peradaban manusia atau juga mampu mengembangkan ke arah yang lebih baik.

menag.jpg"Karenanya, perpustakaan harus diorientasikan bagaimana mengembangkan peradaban di masa mendatang, kewajiban kita menyiapkan tradisi baik yang relevan dengan kehidupan masa mendatang," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan Gedung Perpustakaan IAIN Purwokerto, Jumat (10/2).

Gedung megah berlantai 5 tersebut dibangun dengan sumber dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dilengkapi dengan sejumlah fasilitas memadai diantaranya sistem Bookless Library System yang bisa diakses mahasiswa dan masyarakat. Menag dalam kesempatan peninjauan fasilitas perpustakaan usai menandatangani prasasti peresmian dan pengguntingan pita mencoba aplikasi tersebut dengan melihat koleksi buku yang ada dalam sistem atau aplikasi tersebut.

"Ini sudah bagus, namun saya minta ini diintegrasikan dengan i-Santri yang telah kita miliki agar bisa diakses santri juga memperkaya koleksi dan khazanah literatur yang ada," kata Menag. Aplikasi tersebut juga bisa diakses melalui smartphone Android.

Menag sangat detil melihat fasilitas perpustakaan tersebut, Menag minta menggeser mesin absen pengunjung perpustakaan yang terkesan menghalangi akses menuju tangga."Mesin ini tolong digeser, karena secara estetika tidak bagus juga menghalangi tangga akses pengunjung,"kata Menag yang selanjutnya melihat fasilitas studio mini yang cukup mewah sekaligus melakukan jumpa pers.

Di ruang koleksi buku, Menag juga minta fasilitas di ruangan tersebut ditambahkan meja panjang dan kursi untuk pengunjung yang ingin membaca dan menulis. Kondisi toilet juga tidak luput dari amatan Menag, selain ketebalan kaca yang menjadi pembatas akses tangga, apakah ketebalan kacanya sesuai standar keamanan.

Dalam kesempatan tersebut, Menag menyaksikan juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perpusatakaan Nasional dengan IAIN Purwokerto, UIN Alauddin Makassar, Universitas Jenderal Soedirman, dan sejumlah perguruan tinggi lain. Penandatanganan MoU dilakukan Kepala Perpustakaan Nasional dan pimpinan perguruan tinggi masing-masing, juga dalam kesempatan tersebut dilakukan MoU antara IAIN Purwokerto dengan pihak Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

"Saya bersyukur, IAIN Purwokerto lebih maju selangkah dan diharapkan diikuti oleh yang lain, dan saat ini sejumlah perguruan tinggi Islam sudah masuk ke lingkup perguruan tinggi terbaik, ini harus kita jaga dengan baik," ucap Menag.

Hadir dalam acara tersebut, selain Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, pimpinan Perguruan Tinggi Kegamaan Negeri (PTKN), Kepala Pusat Informasi dan Humas Mastuki, Budayawan Ahmad Thohari, Staf Khusus Menag Ali Zawawi, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Farhani, dan civitas akademika IAIN Purwokerto.

 

Read more...

MENAG RESMIKAN GEDUNG PERPUSTAKAAN IAIN PURWOKERTO

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hari ini, Jumat (10/2) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menteri Agama dalam kunjungan kerjanya akan melakukan sejumlah kegiatan, diantaranya meresmikan dua gedung fasilitas akademik IAIN Purwokerto yang dibangun dengan sumber dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Gedung yang akan diresmikan tersebut diperuntukkan bagi Fakultas Dakwah dan Perpustakaan IAIN Purwokerto. Dua gedung yang dibangun sejak bulan Agustus 2016 ini menelan biaya Rp34 Milyar. Menag juga dalam kesempatan kunjungan kerjanya, selanjutnya akan menyampaikan orasi tentang agama dan budaya di hadapan civitas akademika IAIN Purwokerto, tokoh agama dan pemerintahan daerah yang di 8 kab/kota di Jawa Tengah serta pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN).

"Selain akan meresmikan gedung perkuliahan, pak Menteri juga akan menyampaikan orasi tentang agama dan budaya dengan audience selain civitas akademika PTKN, juga tokoh agama dan pimpinan 8 daerah di Jawa Tengah," ujar Rektor IAIN Purwokerto A. Luthfi Hamidi kepada Pinmas usai menjemput Menag di Stasiun Purwokerto, Jumat (10/2) dini hari.

Usai shalat Jumat, Menteri Agama akan bertemu dan berdialog dengan Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas di Pendopo Kabupaten, dilanjutkan dengan mengunjungi rumah peserta penerima Program Bidik Misi yang kuliah di IAIN Purwokerto.

"Menag akan melihat langsung peserta penerima bidik misi, apakah sudah sesuai dengan kriteria yang ditentukan, apakah betul-betul dari keluarga tidak mampu dan selanjutnya bapak Menteri akan kembali bertolak ke Jakarta dengan kereta," terang Rektor yang tidak menyebutkan rumah siapa yang akan dikunjungi Menag.

Dikatakan Rektor, saat ini IAIN Purwokerto terdapat 45 peserta bidik misi dan tersebar di sejumlah fakultas, mereka merupakan hasil penjaringan ketat yang dilakukan IAIN dengan tujuan utamanya memperoleh peserta bidik misi yang sesuai dengan persyaratan, selain kriteria berprestasi dari calon penerima program tersebut.

Menurutnya, selain melalui program bidik misi, IAIN Purwokerto juga mengalokasikan anggaran bagi mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, juga memberikan Rp0 Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa dengan kriteria yang sama.

"Afirmasi kita bagi mahasiswa-mahasiswa potensial dengan latar belakang ekonomi keluarganya tidak mampu, kita buka kesempatan sangat lebar untuk mereka. Jadi tidak ada alasan tidak bisa kuliah karena alasan biaya," ujar Rektor.

Read more...

RAKER RAKOR IAIN PURWOKERTO TAHUN 2017

Rektor IAIN Purwokerto Dr. H. Luthfi Hamidi, M.Ag. membuka agenda Rapat Koordinasi (RAKOR) Institusi IAIN Purwokerto yang diselenggarakan pada Jum’at (3/2). Rakor yang bertempat di Hotel Rosenda Baturaden dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 3 Februari sampai 5 Februari. Dalam sambutannya, Rektor menyampaiakan tentang evaluasi kinerja lembaga selama tahun 2016 dan orientasi capaian yang harus diraih pada tahun 2017 ini.

Menurut Rektor, capaian IAIN Purwokerto pada tahun 2016 sudah cukup bagus, hal itu dibuktikan dengan IAIN Purwokerto menempati urutan ke lima nasional untuk cluster IAIN. Untuk wilayah Jawa Tengah IAIN Purwokerto menempati urutan kedua setelah IAIN Surakarta. Sedangkan untuk level PTAIN secara keseluruhan IAIN Purwokerto menempati urutan ke dua belas nasional. Meskipun demikian, Rektor berharap capain tersebut harus terus ditingkatkan agar 2017 ini IAIN Purwokerto mendapatkan ranking yang lebih baik. 

Pada kesempatan itu, Rektor menginformasikan bahwa dengan terbitanya PMA No 61 Tahun 2016, berarti IAIN Purwokerto telah memiliki STATUTA baru. Dalam STATUTA IAIN Purwokerto mengusung VISI “Unggul dan Islami dalam mewujudkan masyarakat yang berkeadaban”. Namun, STATUTA baru tidak bisa langsung diterapkan sampai menunggu arahan dari Menteri Agama. Ditambah STATUTA baru belum memungkinkan untuk dilaksanakan sepenuhnya karena kurangnya SDM yang tersedia pada IAIN Purwokerto saat ini. 

Selain itu, Rektor juga mengajak kepada seluruh komponen kelembagaan IAIN Purwokerto untuk bersama sama mewujudkan tiga tujuan IAIN Purwokerto yang tercantum dalam STATUTA. Tujuan itu antara lain 1) Menghasilkan lulusan yang profesional berdaya saing dan berakhlakul karimah. 2) Menghasilkan penelitian yang inovatif untuk kemajuan ilmu dan peradaban yang Islami. 3) membumikan nilai-nilai Islam transformatif dalam kehidupan masyarakat. 

Selanjutnya, Rektor berpesan kepada seluruh peserta Rakor agar dapat melaksanakan Rakor dengan maksimal. Tujuannya agar lahir kerja-kerja yang lebih terkoordinasi dengan baik, yang dapat menunjang kemajuan IAIN Purwokerto di tahun ayam api ini. "Selamat Ber-koordinasi, kami tungggu hasil hasil positif untuk menunjang kemajuan bersama", pungkasnya.

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Log in