Dosen Dan Mahasiswa IAIN Purwokerto Garap 62 Judul Penelitian

Sejumlah dosen dan mahasiswa IAIN Purwokerto tahun ini melakukan penelitian dengan jumlah minimal 62 judul penelitian. Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto, Drs Amat Nuri M Pd I dalam acara penandatangan Surat Perintah Kerja Program Penelitian Kompetitif di lingkungan IAIN Purwokerto selasa (7/7).

Acara yang berlangsung di Auditorium Utama IAIN Purwokerto itu diikuti oleh para peneliti baik dari dosen maupun dari mahasiswa IAIN Purwokerto. Kepala Pusat Penelitian IAIN Purwokerto, Sony Susandra M Ag mengemukakan bahwa dalam program penelitian kompetitif ini seluruh dosen dan mahasiswa IAIN Purwokerto diberi kesempatan untuk mengajukan proposal penelitian untuk kemudian dilakukan seleksi melalui penilaian yang dilakukan oleh sejumlah pakar. Dari hasil seleksi tersebut dihasilkan 62 judul penelitian yang dinyatakan layak untuk ditindaklanjuti dengan kegiatan penelitian dengan bantuan dana yang bersumber dari DIPA IAIN Purwokerto tahun 2015.

Lebih lanjut Sony mengemukakan bahwa 62 judul penelitian tersebut terbagi ke dalam 4 jenis program bantuan penelitian. Penelitian individual unggulan 14 judul, individual non-unggulan 40 judul, penelitian kolektif 5 judul, dan penelitian kolektif mahasiswa 3 judul. Seluruh judul penelitian tersebut meliputi bidang Pendidikan Islam, Dakwah dan Komunikasi Islam, Hukum Islam, Ekonomi Islam, dan Studi Gender.

Setelah dilakukan penandatangan surat perintah kerja tersebut seluruh peneliti langsung melakukan penelitiannya masing-masing yang ditargetkan selesai pada akhir bulan Oktober. Seluruh hasil penelitian tersebut, lanjut Sony, diproyeksikan untuk dimuat di sejumlah Jurnal Ilmiah, baik Jurnal Ilmiah yang ada di IAIN Purwokerto maupun Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi lain.

Ketua LPPM IAIN Purwokerto, Drs Amat Nuri M Pd I mengemukakan bahwa program ini diselenggarakan dalam rangka mendukung pengembangan keilmuan di seluruh Program Studi yang ada di IAIN Purwokerto, dan berikutnya dipublikasikan melalui Jurnal Ilmiah. Dengan demikian, setiap hasil dari aktifitas akademis termasuk aktifitas penelitian dapat menjadi sumber diskursus bagi pengembangan keilmuan secara berkesinambungan.

Sebenarnya, lanjut Amat Nuri, tidak hanya 62 judul penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika IAIN Purwokerto. 62 judul penelitian itu hanya penelitian yang dibantu pendanaannya dari DIPA IAIN Purwokerto. Masih banyak penelitian yang dilakukan baik oleh dosen maupun oleh mahasiswa IAIN Purwokerto. Di antaranya penelitian yang dilakukan oleh dosen IAIN Purwokerto yang proposal penelitiannya lolos dalam program penelitian kompetitif nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama, maupun yang dilakukan oleh mahasiswa IAIN Purwokerto yang proposal penelitiannya lolos dalam berbagai program penelitian kompetitif lainnya.

“Untuk tahun 2016, kami sudah mengajukan anggaran penelitian dan publikasi ilmiah yang jauh lebih besar dari tahun ini agar aktifitas penelitian dan publikasi ilmiah di IAIN Purwokerto dapat terus meningkat kualitasnya”, pungkas Amat Nuri. (Mawi)

Read more...

Prodi PGRA IAIN Purwokerto Miliki Laboratorium Kreatif

Program Studi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal [PGRA] Jurusan Pendidikan Madrasah, IAIN Purwokerto genap berusia satu tahun. Ini usia yang sangat muda. Apalagi PGRA merupakan prodi baru di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan [FTIK]. Namun, dalam usianya yang baru PGRA telah bisa mewujudkan laboratorium kelas untuk kegiatan belajar yang representative dengan desain manajemen seperti kelas taman untuk anak-anak yang menarik.

Ketua Program Studi PGRA, Heru Kurniawan MA menjelaskan bahwa ini adalah kelas PGRA yang menarik, kreatif, dan menyenangkan. Setiap ruangan dimenej dan didesain sesuai dengan perkembangan anak-anak dalam belajar. Dengan laboratorium ini, maka mahasiswa akan semakin menghayati perannya kelak sebagai calon guru anak-anak usia dini. Dan laboratorium ini menjadi istimewa karena semua desainnya dilakukan oleh mahasiswa PGRA. Jadi, ini menunjukkan kreativitas mahasiswa PGRA.

Setelah disurvey oleh Dekan FTIK, Kholid Mawardi MHum, mengatakan bahwa laboratorium kelas PGRA menarik. Hasilnya menunjukkan kreativitas mahasiswa yang bagus. Maka, laboratium ini rencananya akan dilaunching langsung oleh Rektor IAIN Purwokerto bertepatan dengan penyambutan mahasiswa baru nanti. Kholid menambhakan bahwa prodi lain perlu menggagas laboratorium yang kreatif, sehingga mahasiswa bisa nyaman dalam belajar saat perkuliahan.

Maka, diharapkan keberadaan laboratorium PGRA ini bisa meningkatkan prestasi mahasiswa dalam kuliah, sehingga bisa meningkatkan kualitas prodi dalam pengadaan laboratorium dan penyelenggarakan pendidikan, khususnya di PGRA. (Anis)

Read more...

LPPM IAIN Purwokerto Kerjasama Dengan DPRD Cilacap Susun Naskah Akademik Raperda Pendidikan Keagamaan

Senin (27/7) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Purwokerto kedatangan rombongan dari DPRD Kabupaten Cilacap. Rombongan tersebut terdiri dari jajaran Balegda DPRD Cilacap yang dipimpin langsung oleh Ketua Balegda DPRD Cilacap, Harun Arrosyid, Tim Pendamping, dan jajaran staf Sekretariat DPRD Cilacap.

Maksud kedatangan rombongan DPRD tersebut adalah untuk melakukan pertemuan awal dengan Tim Ahli dari LPPM IAIN Purwokerto dalam rangka menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama Penyusunan Naskah Akademik Raperda Kabupaten Cilacap tentang Pendidikan Keagamaan  antara Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cilacap dengan LPPM IAIN Purwokerto yang dua minggu sebelumnya telah ditandatangani oleh Sekretaris DPRD Cilacap, Sumaryo S Sos MM, dan Ketua LPPM IAIN Purwokerto, Drs Amat Nuri M Pd I.

Dalam sambutan pengantar pertemuan awal antara DPRD Cilacap dengan Tim Ahli dari LPPM IAIN Purwokerto tersebut, Kepala Pusat Penelitian IAIN Purwokerto, Sony Susandra M Ag, mewakili Ketua LPPM IAIN Purwokerto, menyampaikan bahwa LPPM IAIN Purwokerto telah membentuk Tim Ahli yang terdiri dari 6 orang dengan kualifikasi sebagaimana yang diminta oleh Balegda dan Sekretariat DPRD Cilacap, yaitu dari bidang Pendidikan Islam Drs Amat Nuri M Pd I dan Sony Susandra M Ag, dari bidang Sosiologi Ahmad Muttaqien M Si, dari bidang Sosiologi Agama Agus Sunaryo M SI, dari bidang Hukum Dr Hj Nita Triana SH M Si, dan dari bidang Hukum Islam Dr H Ridwan M Ag.

Lebih lanjut Sony mengemukakan bahwa tim yang telah dibentuk tersebut telah memulai menyusun kerangka naskah akademik dan mulai masuk pada penyusunan draft awal dengan hasil sebagaimana yang tertuang dalam dokumen yang dibagikan kepada peserta pertemuan tersebut. Adapun kerangka kerja yang akan dilakukan oleh tim dalam rangka penyusunan naskah akademik tersebut meliputi 5 langkah. “Kami akan lakukan tahapan identifikasi permasalahan terhadap fenomena aktifitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Cilacap, inventarisasi bahan hukum yang terkait, sistematisasi bahan hukum, analisis bahan hukum, dan perancangan serta penulisan”, kata Sony.

Menanggapi apa yang dikemukakan Kepala Pusat Penelitian IAIN Purwokerto tersebut, Ketua Balegda DPRD Cilacap, Harun Arrosyid, menyampaikan apresiasinya. “Ini pengalaman pertama kami dari sejumlah kegiatan kerjasama penyusunan naskah akademik Raperda, di pertemuan awal sudah tersedia naskah draft awal untuk dibahas”, kata Harun. Lebih lanjut Harun mengemukakan bahwa biasanya di pertemuan awal baru dilakukan perkenalan dan perbincangan umum, belum membahas naskah.

Untuk itu Harun berharap mudah-mudahan penyusunan Naskah Akademik Raperda Pendidikan Keagamaan dengan Tim Ahli dari LPPM IAIN Purwokerto ini akan berjalan lancar, intensif, cepat dan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan.

Pertemuan berlanjut dengan brainstorming terkait berbagai problem dan aspirasi masyarakat terkait pendidikan keagamaan yang disampaikan oleh para Anggota DPRD Cilacap yang hadir dalam pertemuan tersebut, yaitu antara lain Romelan dari PPP, Ismangil dari PKB, Tietha Ernawati Suwarto dari PAN, dan Didi Yudi Cahyadi dari PKB.

Setelah semua problem dan aspirasi disampaikan, salah seorang dari Tim Ahli LPPM IAIN Purwokerto, Dr H Ridwan M Ag menyampaikan bahwa seluruh problem dan aspirasi yang telah disampaikan tersebut akan menjadi bahan bagi tim untuk melakukan penajaman atau focusing agar naskah akademik dan raperda yang disusun bisa efektif untuk diberlakukan dan memiliki dampak solutif atas berbagai problem yang berkembang dalam aktifitas pendidikan keagamaan di Kabupaten Cilacap.

Pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan-pertemuan berikutnya, termasuk public hearing. “Kami sangat mengharapkan, para anggota Tim Ahli dari LPPM IAIN Purwokerto dapat secara intens hadir dalam pertemuan-pertemuan berikutnya, termasuk dalam public hearing nanti”, pungkas Harun Arrosyid. (Adil Mualim)    

Read more...
Subscribe to this RSS feed

Log in