IAIN SELENGGARAKAN KKN REVOLUSI MENTAL DAN KEAGAMAAN

Rektor IAIN Purwokerto Dr H A Luthfi Hamidi menyerahhkan mahasiswa KKN IAIN Purwokerto kepada Bupati Kebumen

HUMAS- Tujuh ratus mahasiswa IAIN Purwokerto ikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada 17 Juli hingga 30 Agustus 2017. Rencananya peserta KKN akan dibagi dalam dua Program yaitu Reguler Keagamaan angkatan ke 40 dan Program Revolusi Mental. Menurut Rektor IAIN Purwokerto Dr H Lutfi Hamidi M Ag nantinya peserta akan ditempatkan di tiga Kabupaten yang berbeda antara lain Banyumas, Purbalingga dan Kebumen.

Untuk program revolusi mental dua ratus mahasiswa akan di tempatkan pada sembilan desa di Kecamatan Petanahan Kebumen dan satu desa di Kecamatan Sumpiuh Banyumas. Program Revolusi mental menurut Rektor merupakan program KKN Kerjasama IAIN Purwokerto dengan Kemenko PMK. Sementara untuk program KKN reguler keagamaan yang diikuti oleh lima ratus mahasiswa, rencananya kegiatan akan bertempat di seluruh desa dikecamatan Mrebet dan Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga.

Pada sambutannya saat prosesi pelepasan mahasiswa KKN di Pendopo Kabupaten Kebumen pada senin, (17/7) Rektor berpesan agar mahasiswa dapat serius mengikuti KKN. Apalagi program yang diusung adalah program nasional yaitu Revolusi mental. Dengan ikut mensukseskan kegiatan itu menurut Rektor secara tidak langsung mahasiswa ikut membantu mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Karena persoalan mendasar yang saat ini perlu segera dituntaskan adalah membangun kesiapan mental masyarakat. Tujuannya agar masyarakat mampu untuk bertahan dan bersaing di tengah pertarungan global.

Menurut Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Agus Sunaryo M S I Dua program KKN tahun ini menurut memiliki fokus yang berbeda, untuk revolusi mental difokuskan pada melakukan sosialisasi dan transformasi nilai-nilai dalam gerakan revolusi mental, yaitu: integritas, etos kerja, dan gotong royong. Sedangkan untuk program reguler keagamaan fokusnya lebih kepada mampu melakukan transformasi nilai dan ajaran keagamaan (keislaman) yang bisa menjadi motor penggerak perubahan masyarakat.

Agus berharap peserta KKN Revolusi Mental, dalam kegiatannya dapat membumikan nilai nilai dalam gerakan revolusi mental. Tolak ukur kesuksesannya program itu nantinya dapat terlihat dari aparat melayani masyarakat terlayani, masyarakat tertib, masyarakat bersih, dan masyarakat mandiri. Meskipun hal itu tidak mudah namun Agus Optimis kegiatan KKN yang di laksanakan oleh mahasiswa pasti akan membawa dampak baik bagi masyarakat.

Sedangkan untuk peserta KKN Reguler Keagamaan Agus berharap mahasiswa dapat meyakinkan dan memahamkan masyarakat dengan praktik keislaman yang benar. Tujuannya agar tercipta sebuah kondisi masyarakat yang dinamis, progresif dan berkeadaban. Hal itu menurut Agus  tentu sejalan dengan visi IAIN Purwokerto.

Sementara menurut salah satu mahasiswa peserta, M Fais Atamami dirinya siap untuk mengikuti KKN. Kesiapan itu diperoleh setelah BP KKN memberikan pembekalan yang cukup kepada seluruh peserta. Kegiatan KKN menurut fais merupakan ajang untuk mengaplikasikan pengetahuannya langsung kepada masyarakat. Dengan mengikuti KKN Fais berharap pengetahuan dan pengalamannya akan bertambah.

Selain itu menurut Fais salah satu Program KKN tahun ini cukup menarik, Revolusi mental sebagai program dinilai sangat sesuai dengan kondisi saat ini. Di saat negara sedang berupaya untuk mengarah pada perbaikan, mahasiswa diajak untuk berkontribusi langsung untuk melakukan penataan ditingkatan basis masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk mahasiswa menurut Fais, program pemerintah yang sudah cukup bagus akan lebih cepat untuk terwujud nantinya. 

Fais berharap program KKN Revolusi mental nantinya dapat berkelanjutan, tujuannya agar kualitas pelayanan terhadap masyarakat dapat semakin meningkat. Selain itu dengan KKN Revolusi mental masyarakat akan semakin paham tentang peran dan fungsinya pada masing-masing level. (van)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Log in