REKTOR IAIN PURWOKERTO TANDA TANGANI NOTA KESEPAHAMAN

 

HUMAS- Dalam upaya mendukung program pemerintah Republik Indonesia berkenaan dengan penguatan Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Revolusi Mental. Rektor IAIN Purwokerto Dr. H. A. Luthfi Hamidi melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tentang penguatan Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Revolusi Mental. Penandatangan itu, dilaksanakan di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI setelah sebelumnya dilakukan upacara bendera untuk memperingati hari lahir Pancasila pada Kamis, (1/6). Sesuai kesepakatan, nota kesepahaman akan berlaku selama tiga tahun terhitung sejak tanggal ditanda tangani.

 

Menurut Rektor, sesuai isi perjanjian dalam ruang lingkup nota kesepahaman itu ada lima poin yang cukup baik dan positif. Kelima poin itu antara lain, Penyelenggaraan pendidikan, fasilitasi pelaksanaan kegiatan penelitian, fasilitasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, upaya-upaya atau kegiatan lain dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan partisipasi masyarakat, dalam penyelenggraan pendidikan dan upaya peningkatan kualitas SDM dibidang Ideologi Pancasila, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Revolusi Mental.

 

Rektor mengapresiasi inisiatif kemendagri untuk menjalin kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam upaya menguatkan Ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, Bela Negara dan Revolusi mental. Selain IAIN Purwokerto, penandatangan nota kesepahaman tentang hal itu dilakukan juga oleh enam puluh dua Perguruan tinggi lainnya. Untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), selain IAIN Purwokerto ada sembilan perguruan tinggi lainnya baik UIN, IAIN ataupun STAIN.

 

Sementara menurut Rektor, untuk teknis pelaksanaan kerjasama nantinya, kedua pihak sepakat untuk menindak lanjuti dalam perjanjian kerjasama yang ditandatangani oleh pejabat yang ditunjuk oleh para pihak. Tentunya penunjukan dimaksud berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu dimaksudkan, agar nantinya semua kegiatan yang dilakukan dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan bersama.

 

Selanjutnya, dalam nota kesepahaman itu dicantumkan juga bahwa nota kesepahaman dapat diperpanjang, diubah, atau dihentikan setiap waktu atas persetujuan para pihak. Dengan ketentuan ada pemberitahuan terlebih dulu secara tertulis oleh salah satu pihak kepada pihaklainnya paling lambat dua bulan sebelumnya. (van)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Log in