PENGURUS ORMAWA IKUTI SEKOLAH LEADERSHIP

Konsep kepemimpinan Rosululloh Muhammad SAW jika ditransformasikan dalam dunia modern akan menghasilkan pemimpin yang ideal. Hal itu disampaikan oleh anggota komisi XI DPR RI Ir. H. Mohammad Romahurmuzy, MT saat menjadi narasumber dalam agenda sekolah leadership yang diselenggarakan pada Senin, (8/5). Bertempat di Auditorium utama IAIN Purwokerto agenda dihadiri oleh enam ratus peserta yang merupakan pengurus Organisasi Kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa IAIN Purwokerto.

Selain itu Mohammad Rohahurmuzy yang akrab dipanggil Gus Romi memaparkan, tipologi menusia dibagi menjadi lima tipe yaitu tipe manusia wajib, sunah, makruh, mubah dan haram. Didepan seluruh peserta Gus Romi menyarankan agar hendaknya para peserta mampu menjadi manusia tipe wajib, dan sunah atau paling tidak menjadi tipe makruh. Jangan sampai dalam hidup yang Cuma satu kali di dunia ini kita hanya mampu menjadi manusia mubah atau lebih buruk haram. Karena tipe manusia mubah dan haram hanya akan menjadi benalu yang merusak ketentraman dalam berbangsa dan bernegara.

Tipe manusia wajib menurut Gus Romi adalah orang-orang yang memiliki ciri-ciri mampu menjadi founder, pemikir atau penggerak. Biasanya menurut Gus Romi orang-orang seperti ini selalu dibutuhkan dan jika tidak ada, orang akan mencari cari keberadaannya. Orang-orang seperti ini harus tumbuh sebanyak mungkin dari IAIN Purwokerto. Menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin yang dicintai memang tidak mudah, perjuangan yang harus dijalani cenderung akan terasa berat, namun hal itu harus dijalani dengan keberanian.

Menjadi pemimpin menurut Gus Romi selain berani juga harus siap menanggung resiko dari segala keputusan yang diambil. Gus Romi menganalogikan dengan bermain ditepi pantai, jika tidak berani terkena ombak jangan sekali kali bermain ditepi pantai. Oleh karena itu, harapannya kepada seluruh peserta agar menjadi generasi yang memiliki orientasi menjadi pemimpin yang ideal. Idealitas pemimpin dicirikan dengan selalu berusaha mengarahkan orang pada kebenaran, kebaikan, keberhasilan dan kemajuan.

Sementara menurut Rektor IAIN Purwokerto Dr. H. A. Luthfi Hamidi, M. Ag., yang berkesempatan menjadi narasumber kedua pada agenda itu, membagi kiat untuk menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik menurut Rektor, adalah orang yang pandai mengatur waktu untuk melaksanakan peran kepemimpinannya. Selain itu pemimpin haruslah orang yang mampu bertanggungjawab dengan tugas kepemimpinannya.

Lebih pening menurut Rektor, pemimpin harus percaya terhadap kemampuan diri sendiri. Karena, pada dasarnya semua manusia dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Namun, fitroh seorang manusia sebagai seorang pemimpin perlu terus ditingkatkan. Tujuannya agar potensi itu dapat tergali dan mampu untuk memberikan kemanfaatan bagi orang lain. Rektor menegaskan sebaik-baik manusia adalah dia yang mampu memberikan manfaat kepada sesama manusia. (van)

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Log in