KESENJANGAN MUTU SEKOLAH NEGERI DAN SWASTA HARUS DITEKAN

            Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Purwokerto, DR Fauzi SAg MAg, mengatakan kesenjangan mutu sekolah negeri dan swasta di Kota Purwokerto yang terjadi saat ini harus ditekan. ”Adanya kesenjangan kualitas sekolah, selama ini dinilai menjadi salah satu pemicu yang menyebabkan sebaran siswa tidak merata,” kata dia dalam diskusi yang membahas mutu sekolah negeri dan swasta di IAIN Purwokerto, pekan lalu. Dikatakan, keberadaan peserta didik lebih banyak terkonsentrasi di wilayah yang memiliki sekolah berkualitas.

sekolah.jpeg            Agar mutu sekolah bisa ungul, kata dia ada beberapa langkah. Salah satunya dengan terus mendorong seluruh sekolah untuk meningkatkan mutu dalam kegiatan pembelajarannya, sehingga menghasilkan lulusan yang berkualitas. ”Adanya lulusan yang berkualitas menjadikan reputasi sekolah tersebut di masyarakat cukup baik. Apalagi sekarang reputasi institusi pendidikan berperan penting dalam mendongkrak popularitas,” katanya. Dikatakan, bagi lembaga pendidikan yang reputasinya bagus, maka akan cenderung diminati masyarakat. Oleh karena itu, pada zaman sekarang, menurutnya, sekolah harus senantiasa berlombalomba meningkatkan mutu. ”Tidak hanya berlaku bagi sekolah negeri, tetapi juga bagi sekolah swasta,” ujar Fauzi.

            Bila sekolah swasta mampu mendongkrak reputasinya, tidak tertutup kemungkinan justru akan mengungguli sekolah negeri dari segi jumlah peminat. Fakta membuktikan sekolah-sekolah dengan mutu yang bagus akan banyak peminatnya. ”Meski belum dibuka masa pendaftaran, banyak yang langsung diserbu masyarakat yang ingin mendaftarkan anaknya,” ujarnya.

Semakin Pandai

            Sekolah yang seperti ini, menurutnya, tidak perlu melakukan promosi yang gencar. Apalagi masyarakat sekarang sudah semakin pandai dalam menilai sebuah sekolah berkualitas. Mereka akan memilih sekolah yang kualitasnya sudah terbukti. Dalam mengatasi persoalan sebaran peserta didik yang tidak merata, menurut dia, semestinya solusi yang dilakukan pemerintah tidak harus dengan mendirikan unit sekolah baru.

            Pasalnya tanpa melakukan pertimbangan yang matang, tidak tertutup kemungkinan pendirian sekolah baru tersebut justru akan menimbulkan persoalan baru. Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Edy Rahardjo mengatakan salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sebaran peserta didik yang tidak merata adalah membatasi jumlah siswa di sekolah-sekolah yang selama ini banyak peminat. ”Dengan begitu, sekolah yang selama ini kekurangan peserta didik, mendapatkan limpahan siswa, sehingga terjadi pemerataan,” ujarnya

 

 

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Log in